Just Another Way to Send Out My Mind

December 3, 2008

Kissing

Filed under: Uncategorized — udee @ 12:47 am

Pagi, beberapa waktu yang lalu, perjalanan ke warnet, sekitar 5 menit dari kosan-ku dengan berjalan kaki. Hampir memasuki kawasan warnet, saya melihat seorang perempuan keluar dari mobil. Cantik. Tinggi. Dan…. high class. Beberapa langkah menjauhi mobil putih yang kayaknya baru dicuci, perempuan cantik itu kembali. Dan. Bersisir. Lalu berciuman dengan cowoknya di dalam mobil naas itu. Aku? Dengan jelas saya melihat adegan itu, kaca mobil bukan kaca yang gelap. Reaksiku? Mengelus dada, dan ngiler dikit (G usah ketawa!!!!)

***

Cium lah maka kamu menunjukkan kasih sayangmu pada pacar kamu. Itu jargon yang pernah saya dengar. Berciumanlah ketika kamu yakin akan menikahi/dinikahi oleh pacar kamu. Ini jargon lain, dari perempuan terhebat dalam hidup saya, Ibu. Wahai para pasangan, kalian sudah pernah ciuman atau tidak, itu urusan kalian, saya tidak mau ikut campur. Tapi kalau dilakukan di tempat umum, saya jijik melihatnya. Huek….!!! Lepas dari rasa jijik saya, saya melihat ada dua hal, negatif dan positif, dari berciuman di tempat umum.

Mengingat saya berasa “huek…” ketika melihat adegan ciuman di tempat umum, saya mulai saja dengan sisi negatifnya. Pertama, saya tinggal di Indonesia, otomatis adegan live sering saya lihat di negeri ini. Adat ketimuran masih kental di negara kita. Mungkin gaya kamu sudah mengadopsi westlife, kehidupan barat maksudnya. Sayangnya kehidupan kita masih roma irama life (saingan westlife). Dan berciuman adalah sesuatu yang dianggap tabu. Stigma negatif bakalan kamu sandang dengan berciuman di tempat umum. Dasar biadab. Dasar anak muda ga’ tahu aturan. Dan entah “umpatan” apalagi. Kalau kamu tergolong orang yang mati rasa dan tidak peduli dengan omongan orang. Sisi negatif pertama ga’ usah dipikirin.

Sisi negatif kedua: penonton kecewa. Kita lihat kekecewaan pertama mereka. Ketika udah punya hasrat berciuman di tempat umum, kamu tidak bisa memilih penonton semacam apa yang harus melihat adegan mesra kamu dengan pasanga kamu. Tipe penonton pertama: alim dan menganut aliran roma-irama-isme, yang bakal kamu dapet aliran ayat suci yang melarang orang berciuman. Kamu beruntung jika dia tidak membakarmu dengan ayat-ayat suci layaknya sinetron kolosal yang enggak banget itu. Tipe penonton kedua: diam-diam menghanyutkan. Kasihan juga kalau kamu dapet penonton seperti ini. Bisa-bisa adegan kalian diperkarakan layaknya VCD porno karena melahirkan kasus “anak muda memperkosa nenek-nenek karena sering menonton adegan ciuman”! Makin parah kan? Tipe penonton ketiga: orang dengan libido tinggi. Kekecewaan terbesar mereka adalah kamu dan pasangan kamu sekedar ciuman, “koq ga ML sekalian sih mas, mba?” Bisa-bisa kalian jantungan dengan pertanyaan sok polos dari seorang aliran iler yang super duper deras hingga membasahi celananya, dan seperti NGOMPOL!

Ok, sekarang kalian mesti baca sisi positifnya berciuman di tempat umum. Budaya barat memang terbiasa dengan ciuman di tempat umum, namun saya belum pernah mendengar ada adegan ML di tempat umum. Jadi tidak mungkin kita yang lebih sering mengadopsi budaya barat, tiba-tiba mengajarkan kepada orang Amrik agar membiasakan ML di tempat umum. Kalau kamu udah terbiasa dengan budaya ciuman, lalu berciuman di tempat umum, kamu bisa menghindari married by accident, menikah gara-gara hamil di luar nikah. Ketika kamu berciuman di tempat umum, kamu tidak mungkin akan meneruskan ciuman di sekitar wajah ke area lain, atau bahkan menggunakan mulut untuk melepaskan baju pasangan kamu hingga akhirnya kalian telanjang bulat dan melakukan ML, hingga akhirnya hamil. Bayangin kalau kalian berciuman di tempat sunyi, sepi, dan tidak ada orang. Bisa-bisa rangsangan ciuman kalian mengarah ke ML. Tidak ada orang yang akan melihat ML kalian, jadi potensi ke arah situ semakin terbuka lebar. Melihat sisi positif ini, saya akan deklarasikan BERCIUMANLAH DI TEMPAT UMUM!!!

Akhir dari tulisan ini: Bijaksana lah memanfaatkan kesempatan untuk berciuman, take it or leave it!!!!

PS: ML sama dengan Making Love yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah Membuat Cinta.

8 Comments »

  1. pengen pak..?
    jgn lupa iler nya di tampung lho…
    tar banjir bandang malah jadi repot….

    Comment by r_fun — December 3, 2008 @ 9:46 am

  2. Ehm…. Iler udah dapet se-ember, wakakakkakakakk…. :D
    Gak mungkin banjir bandang, kalo udah dapet se-ember biasanya saya pakek buat nyuci baju, hehehehe…..

    Comment by udee — December 4, 2008 @ 4:40 am

  3. berciumlah di tempat umum!!!
    nice imagination

    Comment by niar — December 5, 2008 @ 10:47 am

  4. aduuuhhh….
    beee…..
    mmmm….
    parah….
    emang gaya idup remaja masa kini kali ya, ada aliran gaul ama alim. emang susah pasti bwt ngejaga supaya gak ilutan ngaco. caranya???
    mulai dari kita ndiri… (TP)

    Comment by no device — December 8, 2008 @ 1:40 pm

  5. Niar: gmn, ngrasa tertantang??? :)
    No device: I’ll be missing you

    Comment by udee — December 15, 2008 @ 1:58 am

  6. emang jaman skarang jaman edan… sapa yang edan hayoo??tapi apa kita juga harus ikutan edan???? btw emang ada seh pendapat….. jika tidak mampu menghindari dosa lebih baik memilih resiko dosa yang lebih kecil daripada yang lebih besar. tapi kalo aku seh mending yang sesuai kodrat dan harkat kita aja deh… he he he

    Comment by M45j03 — December 29, 2008 @ 1:59 pm

  7. ohoi… mas Jo, piye kabare??? :)
    ada jg yang bilang, di antara ratusan orang gila, satu orang waras terhimpit, dan ia pun ikutan gila…. DEMI SEBUAH PENGAKUAN DI MASYARAKAT.

    Comment by udee — December 30, 2008 @ 10:56 pm

  8. Bambang bilang: ML sama dengan Making Love yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah Membuat Cinta.

    Klo dalam kosakata jember, ML = Mak’ Lhheebbb…!

    *kabur ah…* :P

    Comment by nizal — June 9, 2009 @ 9:02 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.