Tulisan saya ini berawal dari komen saya kepada seoran kawan yang dalam blognya menulis:“Sometimes, I love Indonesia”! Oopss…. Sorry someone there. Peace!!!:) kadang-kadang? Kenapa terkadang? Cinta kepada indonesia seakan tercemar oleh “bersitegang” di DPR, tindakan sembarangan di jalan raya, di transportasi umum, di kantor, di televisi, dan masih banyak lagi ruang yang menyisakan perkataan “Indonesia ya gitu!”, “Dasar Indonesia” dan entah apa lagi.
“Acara TV sekarang tidak kreatif. Stasiun TV yang satu mengeluarkan acara musik, yang lain juga ngeluarin acara yang sama. Indonesia koq gak kreatif ya?” Nah, Indonesia lagi yang kena. Bukankah indonesia bukan hanya mereka yang duduk di belakang layar program-program TV. Indonesia punya kita, yang punya ide-ide kreatif untuk menciptakan program TV yang tidak mem”bebek”. Jadi jangan sekedar bicara dan menyudutkan negaraku, negara kita.
Melihat PNS berkeliaran di jam kerja, atau melihat PNS menonton film “Tit….” ketika jam kerja, dan di kantor pula, ada yang berseru: Dasar Indonesia! PNS tidak dapat mewakili jutaan jiwa yang tiggal di Indonesia, PNS tidak dapat mewakili Indonesia. Indonesia tidak hanya memiliki PNS yang demikian, ada kita yang seharusnya bisa merubah kebiasaan “ngilang” dari kantor belum pada waktunya, dari pada sekedar bicara dan mencemooh negara-ku, negara kita.
Saya juga pernah membaca pengalaman orang Indonesia yang pernah ke Singapura. Pengendara motor atau mobil menghormati pejalan kaki yang menyebrang. Terdengar suara “Hms… di indonesia, nyebrang aja harus lari-lari biar gak ketabrak motor sialan yang ngebut sana-sini itu, bahkan berjalan di pedistrian pun harus bersaing dengan pengendara motor. Hm…. Indonesia, indonesia…. Payah!” ya Tuhan, semakin parah saja umpatan kepada negeriku. Kita bisa menghormati pejalan kaki, indonesia bukan hanya mereka yang ugal-ugalan di jalanan.
Dan ini komentar beberapa orang asing tentang Indonesia “I love Indonesia, orangnya ramah-ramah!” berita tentang teror di Bali sudah menjadi berita internasional, tapi tidak mempengaruhi pandangan mereka tentang kita. Lah kita? Acara tv yang itu-itu saja sudah disimpulkan Indonesia tidak kreatif. PNS yang nakal pun membuat kita menyimpulkan Dasar Indonesia!!! Pengendara motor yang payah pun berhasil membuat kita berkata Indonesia payah!!!
Kawan, mari bersama-bersama cintai Indonesia. Kaji hal “buruk” yang ada di negeri kita, tanpa mencemooh indonesia-ku, indonesia kita. Mulai lah dari kita untuk memperbaiki yang “buruk” itu, sehingga setiap jiwa yang hidup di Indonesia akan berkata “I Love Indonesia, FOREVER!!!”