Just Another Way to Send Out My Mind

November 8, 2008

Hitung Cepat ala ***

Filed under: Free — udee @ 5:41 am

Sok tidak ingin menyebut merk, saya memberi tiga bintang untuk lembaga yang membawahi saya untuk melakukan hitung cepat pemilihan gubernur jawa timur. Lembaga yang wow… memberikan saya sebuah ID card bertuliskan lembaga terkenal itu dan sebuah nama televisi yang tidak mengenal sinetron pada setiap programnya. Lembaga yang memberi surat tugas “ehem…” cool banget! Dan lebih dari itu, memberi saya pengalaman!

Menurut kisah, saya tidak bisa hadir briefing dan pembagian logistik survei. Alhasil, saya anggap usaha menjadi bagian dari pemberitaan di TV gagal. Ok. Tidak masalah. Anggapan keliru. Perwakilan dari lembaga itu menelpon saya pada sore harinya. Ok, saya tetapa berkesempatan menjadi bagian dari pemberitaan di tv. Saya berhasil. Setelah mengusut tuntas, saya mendapat area Bangkalan. Saya baca lagi map hijau yang saya pegang. Kecamatan Kwanyar, deng…. “kalau tidak salah kecamatan ini berdekatan dengan tempat mas-ku tugas, Modung!” Desa? saya baca lagi, Duwak Buter! Nama yang aneh! itu nama makanan dalam bahasa madura. Tahu blueberry kan yang ada di minuman Pop Ice (Oopps… koq sebut merk? gpp lah sekali-kali). Kalau tidak salah, blueberry dan Duwak adalah jenis yang sama.

Siipp… tinggal kontak mas. Dan… Thanks God, area saya benar-benar bersebelahan dengan tempat dia bertugas menjaga kelancaran pilgub putaran ke-dua. Dan dengan aura ke-mas-annya dia mulai memperlakukan saya seperti adek kecilnya yang tidak tahu apa-apa, buta jalan, dan mungkin dia pikir saya buta huruf. Saya pikir juga tidak sejauh itu lah pemikirannya! Untuk diketahui, desa ini benar-benar desa, bahkan tak ada angkutan umum yang melewati jalanan di desa ini, tidak ada penunjuk jalan, sebagian besar jalan yang saya lewati masih belum beraspal, dan kata penduduk sekitar, tidak ada penerangan sama sekali, jadi jikala malam tiba, halah….!!

Saya berasa menjadi orang penting: menuju ke TPS 4 Duwak Buter, dengan dikawal oleh seorang briptu. Sang briptu kembali ke tempat tugasnya, dan saya pun beraksi. Keanehan mulai kerasa waktu saya memperlihatkan lembar kontrol, di lembar ini lah ada tanda tangan Ketua KPPS (untuk kerahasiaan, saya tidak akan menjelaskan apa itu KPPS) plus dengan stempel. Dengan nada gurau, ketua KPPS bertanya “Berani bayar berapa nih untuk satu kali stempel?” dan saya hanya bisa “hehehehe…..”, dalam hati saya pengen bilang “G lucu mas, stempel wajah saya aja saya obaral!” Dan benar saja, si ketua tadi tidak bersedia menandatangani apalagi men-stempe-i lembar kontrol saya. “kami terikat aturan dengan KPU”. Saya agak ngotot dengan ketua itu. Dan ngotot saya sedikit reda ketika perwakilan PPK Kwanyar datang dengan penjelasan yang sama.

Ok. Kalian terikat aturan, dan saya juga terikat aturan. Bicaralah dengan koordinator saya! N 6030 saya sedikit ramai dengan suara bising koordinator saya dengan ketua itu. Percakapan berhenti, dan 6030 saya tersenyum lebar setelah ketua itu memberikan nomer 031 sekian-sekian kepada koordinator saya. Selang beberapa menit kemudian, saya menerima sms, yang intinya tidak masalah tidak dapat ttd dan stempel. Giliran saya tersenyum. Segala bentuk syukur, mulai dari Alhamdulilah sampai kaso’on saya ucapkan. Karena engkel-engkellan saya saat itu hanya bersisa satu setelah ada sms membahagiakan itu: engkel-engkelan dengan perut yang lapar. Tidak ada orang jualan. Roti dari panitia tidak mengenyangkan. Saya masih lapar. Dan baru kenyang setelah kembali ke Bangkalan, sekitar pukul 6 sore saya tiba di kamar TKMP (Tempat Kejadian Malam Pertama, masih ingat kan?). Selama tinggal di Bangkalan saya tidur di TKMP dan berhasil mengusir penganten baru itu ke kamar lain (ini sih malam kedua). Malam pertama saya di Bangkalan, saya menyelinap dan akhirnya tidur bareng semua di TKMP. Wakakakakkakakakakkk….. :D

Hasil Hitung Cepat ***

1. Desa Duwak Buter: Kaji 55 suara, Karsa 209 Suara, suara tidak sah sebanyak lima.

2. Update terakhir dari ***: Kaji 50,44% ; karsa 49,56%; tingkat partisipasi:54,44%

No Comments Yet »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.