Just Another Way to Send Out My Mind

January 19, 2009

Kepada Lula, teman “lu-gw”-ku

Filed under: Uncategorized — udee @ 10:43 pm

Masih ingat kawan? Ketika dengan nomer baru, kau mencoba membuatku penasaran. Kau bilang kau perempuan paling cantik di Jember. Oleh karena itu, akhirnya ku simpen nomer itu di dalam phonebook-ku dengan contact name Ms. Jember. Aku lupa kata-kata apa yang aku baca dari nomer “pakai-buang”mu itu, tapi satu hal yang aku inget: dari kata-kata yang ada di sms itu, aku begitu yakin pemiliki nomer baru itu adalah Lula teman-ku, kamu! Aku bilang, hanya kamu lah yang memiliki kata-kata yang “wah” banget dan cukup untuk membuatku berpikir untuk mencari makna di dalam kalimatmu.

Males, aku akhiri. Menjelang tidur Ms. Jember muncul lagi.

- Masih penasaran kah kau? -

- Sepertinya, kau lah yang penasaran apakah aku masih penasaran atau tidak! – itu balesan-ku

Dan sms kita menjelang tidur itu tidak pernah terlepas dari kata-kata “penasaran” hingga mbulet yang entah mengandung makna apa.

Lul, lu inget?

***

Kau hapus blog-mu,

Aku protes, aku rindu membacanya

Kau bilang kau cacat dalam menulis,

Tapi tidak bagiku

Menguraikan kata cacat pun kau masih sehat

Buktinya, aku tertarik untuk menulis ini

Lula, kau pertanyakan untuk apa kamu menulis? Kenapa tidak kau jauhkan saja pikiran kamu bahwa tulisanmu hanya untuk mengumbar rasa agar pembacamu tau kehidupanmu dan ber-empati padamu. Kenapa tak kau pikirkan saja bahwa kau tersenyum ketika mulai menggerakkan tanganmu dan menulis tulisan “menye-menye” yang kau maksudkan. Atau kau menangis ketika kau berhadapan dengan laptop-mu lalu menulis. Atau kau marah ketika kau menulis. Bahwa kau PUAS ketika melakukan pekerjaan menulis.

“Mungkin sudah saatnya aku hanya diam, belajar mendengar, menjadi penonton” seperti itu kau bilang. Itu kah yang kau tau sekarang? Tak tau kah kau ada juga orang lain, bahkan yang tak mengenal mu sekalipun, ingin belajar mendengar dari mu. Ingin belajar menjadi penonton apa-apa yang kau tulis.

Lul, apa yang sebenarnya membuat kamu cacat? Apakah benar pandanganku bahwa kamu telah terjebak dalam pandangan “penulis blog adalah kumpulan orang yang ingin dan mencari perhatian? Aku sedih jika itu benar. Atau… kau memang menulis hanya, benar-benar, agar mendapatkan perhatian? Aku semakin sedih jika itu benar. ANDAIPUN kedua asumsiku benar, apa salahnya jika itu kau jadikan bonus saja atas kesenanganmu penulis. Ke-depan-kan saja pendapatmu bahwa menulis itu adalah pekerjaan mengasyikkan.

Lul, gw kangen ma tulisan “menye-menye” lu!

December 29, 2008

Kasihan Sekali Indonesia-ku

Filed under: Free — udee @ 10:02 am

Tulisan saya ini berawal dari komen saya kepada seoran kawan yang dalam blognya menulis:“Sometimes, I love Indonesia”! Oopss…. Sorry someone there. Peace!!!:) kadang-kadang? Kenapa terkadang? Cinta kepada indonesia seakan tercemar oleh “bersitegang” di DPR, tindakan sembarangan di jalan raya, di transportasi umum, di kantor, di televisi, dan masih banyak lagi ruang yang menyisakan perkataan “Indonesia ya gitu!”, “Dasar Indonesia” dan entah apa lagi.

“Acara TV sekarang tidak kreatif. Stasiun TV yang satu mengeluarkan acara musik, yang lain juga ngeluarin acara yang sama. Indonesia koq gak kreatif ya?” Nah, Indonesia lagi yang kena. Bukankah indonesia bukan hanya mereka yang duduk di belakang layar program-program TV. Indonesia punya kita, yang punya ide-ide kreatif untuk menciptakan program TV yang tidak mem”bebek”. Jadi jangan sekedar bicara dan menyudutkan negaraku, negara kita.

Melihat PNS berkeliaran di jam kerja, atau melihat PNS menonton film “Tit….” ketika jam kerja, dan di kantor pula, ada yang berseru: Dasar Indonesia! PNS tidak dapat mewakili jutaan jiwa yang tiggal di Indonesia, PNS tidak dapat mewakili Indonesia. Indonesia tidak hanya memiliki PNS yang demikian, ada kita yang seharusnya bisa merubah kebiasaan “ngilang” dari kantor belum pada waktunya, dari pada sekedar bicara dan mencemooh negara-ku, negara kita.

Saya juga pernah membaca pengalaman orang Indonesia yang pernah ke Singapura. Pengendara motor atau mobil menghormati pejalan kaki yang menyebrang. Terdengar suara “Hms… di indonesia, nyebrang aja harus lari-lari biar gak ketabrak motor sialan yang ngebut sana-sini itu, bahkan berjalan di pedistrian pun harus bersaing dengan pengendara motor. Hm…. Indonesia, indonesia…. Payah!” ya Tuhan, semakin parah saja umpatan kepada negeriku. Kita bisa menghormati pejalan kaki, indonesia bukan hanya mereka yang ugal-ugalan di jalanan.

Dan ini komentar beberapa orang asing tentang Indonesia “I love Indonesia, orangnya ramah-ramah!” berita tentang teror di Bali sudah menjadi berita internasional, tapi tidak mempengaruhi pandangan mereka tentang kita. Lah kita? Acara tv yang itu-itu saja sudah disimpulkan Indonesia tidak kreatif. PNS yang nakal pun membuat kita menyimpulkan Dasar Indonesia!!! Pengendara motor yang payah pun berhasil membuat kita berkata Indonesia payah!!!

Kawan, mari bersama-bersama cintai Indonesia. Kaji hal “buruk” yang ada di negeri kita, tanpa mencemooh indonesia-ku, indonesia kita. Mulai lah dari kita untuk memperbaiki yang “buruk” itu, sehingga setiap jiwa yang hidup di Indonesia akan berkata “I Love Indonesia, FOREVER!!!”

December 25, 2008

Surat untuk Tuhan

Filed under: Uncategorized — udee @ 7:12 am

Sinetron Lorong Waktu sesungguhnya telah memberikan inspirasi yang begitu besar untuk mengenal-Mu lebih dekat. Kehadiran sosok Pak Haji membius saya untuk ingin mengenal-Mu lebih dekat lagi. Saya berangan-angan saya lah ustad Adin yang dibimbing sedari kecil olehnya. Dan saya lah Zidan yang sedari kecil menjadikan lingkungan masjid sebagai tempat bermain. Tapi saya gagal melewati masa itu. Saya habiskan masa kecil saya di sawah, di sungai, di jalanan, di halaman rumah, dan di depan TV.

Semakin bertambah usia semakin saya jauh dari Engkau. Saya tidak lagi dituntut untuk pergi ke madrasah atau ngaji di surau oleh orang tua. Tidak ada pukulan yang menanti saya ketika saya lebih ingin bermain daripada mengaji di surau. Tidak ada lagi gelitikan atau siraman air ketika saya pura-pura tidur untuk menghindari jam madrasah. Tuhan, saya dianggap dewasa. Dan saya tidak selalu mendekati keikhlasan ketika menemui-Mu. Bersedih hati? Iya. Tapi tetap saja tidak ada tumpuan, saya kehilangan “lorang waktu” saya.

Tuhan, katanya saya dewasa. Tapi saya takut untuk membuka diri dan (kembali) ikhlas mengenal-Mu. Saya menutup diri terhadap diskusi-diskusi keagamaan dengan kawan-kawan kampus yang kesehariannya sudah menjadikan lingkungan masjid sebagai tempat “bermain”. Pandangan saya terlalu ekstrim tentang mereka, tapi begini lah adanya, apa yang saya rasakan. Bagi saya, mereka memiliki kecenderungan yang besar untuk melihat benar dan salah dari sisi agama. Saya menghindari menjadi seperti itu Tuhan. Ada banyak kaca mata yang seharusnya bias digunakan, karena saya hidup di dunia yang engkau ciptakan dengan berbagai karakter manusia yang berbeda-beda.

Tuhan, entah sudah berapa nikmat yang saya abaikan. Segala kelancaran dan kemudahan dari Engkau saya anggap sebagai sesuatu yang hambar, tak ada tantangan, Astaughfirullah. Entah sengsara apa saja yang telah saya abaikan tanpa mengambil pelajaran untuk memperbaiki diri. Semua terlewatkan begitu saja. Tuhan, segala yang telah lewat dalam hidup saya adalah skenario-Mu. Dan di balik semua skenario itu sungguh tak ada sebuah penderitaan yang harus diratapi. Subhanallah, selalu ada hikmah dari setiap apa yang Engkau putuskan.

Dan saya merindukan lorong waktu saya. Saya membayangkan kembali sosok pak Haji yang saya harapkan mampu untuk tidak menjadikan saya seperti itu, selalu dan selalu menggunakan agama untuk mengatakan benar dan salah, namun tetap mengenal-Mu dengan baik. Dan Insya Allah saya menemukannya, dan akan menemukannya lagi, Amin. Terima kasih Tuhan, Engkau tidak akan pernah lepaskan bimbingan-Mu terhadap umat-Mu ini.

December 22, 2008

The Hero of Mine

Filed under: Uncategorized — udee @ 5:30 am

There are seven days in a week, 30 days in a month, and hundreds days in a year. But celebration of mother’s day is in December 22nd only. Mostly, children will greet their mothers and say “Happy mother’s day mom. I love you”. For me, my mom is a superwoman, wonder woman, or whatever. She is a hero of mine, and I dedicate my life for her, her happiness, her tears, her life. I will replace her tears with her laugh, someday it will be happened.

When I was a child, I once talked to her that I would ask her to live with me in my own house, in capital city. and I would take care of her. Cieh….!!! It was a dream of little Yudi. Now, I really understand and realize that I need my own to marry someone and live my life with her. And I do realize that, believe it or not, sometimes daughter-in-law and mother-in-law do not have a very good relations. But, I am still dreaming the same thing for my mom, because she is my super hero. I do proud of her struggle in our family.

One day, I had an opportunity to see a miracle of God in my mom. She was in her 9th month pregnancy. In a day break, she did not find her husband, I forget where he was. It was a time for my mom to give a birth for her 5th child. I left my bed and started worrying my mom, and so did my brother. One of our neighbors then accompanied her going to a midwife. But some minutes later, they came home without a baby. They did not meet the midwife. Two people carried my mom to our house. My brother and I were getting more worry. One of them said that a half body of our little baby had come out in a way home. We were getting more and more worry. Then, they lied down our mom in a TV room, and we saw the God’s miracle there. Our mom shouted in pain, then gave a birth in front of us, we got a little boy again. What I saw had made me to give me more and more love for my mom.

In many cases, she would cry because of her inability in fulfilling what her children want, everything we want. But after crying, she would make many hard efforts to get what we want then gave them to us. It is a part of her life that I love. She will do everything for the need of her children. Beside that, she is a courages person. Once we were in the same bus but different destination. I went back to Jember, and she went to Mojokerto. I asked her about public transportation to get her destination.

“I don’t know, I forget” She responded me.

“Don’t worry. I have a mouth to ask” then she tried to convince me that she’ll be ok, by giving me more smile.

I smiled to her. Ok, you are a really a great mom. In another time, she showed me her brave again when she called me at 3 a.m., and said…

“I am in front of your boarding house. Open the gate, ok!”

Hah???? O-H—M-Y-G-O-D. I do love you mom. You waked me up by visiting me.

Happy mother’s day Mom. I did the same thing this morning, unfortunately I am not in a house. Calling only is ok, right? And I will do more as my efforts to fulfill what I have promised you.

December 15, 2008

Ali Alatas

Filed under: Uncategorized — udee @ 9:16 am

Sejak duduk di bangku SD, menteri luar negeri yang saya kenal adalah Ali Alatas. Andai tidak mengikuti perkembangan di deplu, sampai sekarang menteri luar negeri Indonesia, menurut ke-tidak-se-pe-ngetahu-an saya, adalah Ali Alatas.

Singa Tua. Diplomat kawakan. Diplomat Ulung. Dan Alex. Demikian saya mengetahui tentang dia. Kalau tidak meyebut singa tua, media ya akan mengistilahkannya sebagai diplomat kawakan. Kalau tidak, ya Diplomat ulung. Atau Pak Alex. Dan 11 Desember 2009 menjadi hari dimana ia meng-hembus-kan nafas terakhir. Di Singapura, si singa tua itu wafat.

~

Karirnya di dunia per-diplomat-an dimulai di usia saya sekarang, 22 tahun. Wuih… Hebat sekali. Dan memulai karir diplomat itu sebagai Sekretaris Kedua di Kedutaan Besar RI di Bangkok, Thailand. Gila!!! Saya aja masih menyusun skripsi, tapi singa tua itu sudah ada di Bangkok ketika seumuran saya. Yang lebih mencengangkan lagi, bukan karena heran tapi lebih pada bangga, beberapa negara pernah mengusulkan Pak Alex ini sebagai Sekjen PBB. Waduh… Andai benar-benar terjadi, apa saya peduli sama Kofi-Anan itu?

Pesan beliau untuk para diplomat: “Diplomasi itu seperti bermain kartu. Jangan tunjukkan semua kartu kepada orang lain. Dan, jatuhkan kartu tersebut satu per satu”

***

SINGA TUA, SELAMAT JALAN

Older Posts »

Blog at WordPress.com.